Minggu, 29 Maret 2026

ANALISA INTERNAL EKONOMI - EKONOMI REVIEW-1

Oleh:Wandi, Keluarga Sunda Agregat
Knowledge Inspiration of Indonesia

Pada setiap peristiwa inflasi, untuk melakukan pemulihannya akan selalu mendorong kepada pihak produsen untuk melakukan penekanan (deflasi) pada seluruh barang-barang yang sudah dianggap tidak memiliki rasionalitas kontrol harga, sehingga dalam hal ini memicu diberlakukannya kebijakan-kebijakan pada format analisis, baik produksi, laba, ataupun hal-hal yang bersangkutan dengan faktor ketersediaan suatu barang (produktivitas).
BACA JUGA EKONOMI MARXISM VS HOCKY

CINTAILAH NEGARA DAN MATA UANG MU SENDIRI....
KARENA SIAPA LAGI YANG AKAN BERTAHAN & MEMPERJUANGKANNYA, JIKA BUKAN RAKYATNYA SENDIRI....

NEGARA YANG TIDAK MEMILIKI MATA UANG SENDIRI ADALAH NEGARA YANG TIDAK MEMILIKI  KEDAULATAN YANG AKAN SELALU BERDASARKAN KETERGANTUNGAN ASING (Terjajah)

Analisis pemberlakuan kebijakan deflasi diharapkan akan mampu untuk mendongkrak kembali nilai nominal suatu mata uang yang telah/mulai terpuruk, serta dapat menekan dan menormalisasikan ataupun menyetandarkan laju kenaikan harga suatu barang yang telah melambung dari ketentuan target laba (motivasi harga dasar bahan baku serta biaya produksi).
BACA JUGA ASPIRASI
INTERNAL EKONOMI REVIEW-1

AHA Messenger Gigabyte 
Video Call Lintas Negara dan Dunia, serta sebenar-benarnya Pengantar Berkas Gigabyte Unlimited, Tanpa Limit dan Batasan

Namun demikian, umumnya refleksi solusi pada setiap stepmen-stepmen pemberlakuan kebijakannya akan selalu memicu timbulnya feedback kepincangan-kepincangan. (wandi, maret2006 dalam kebijakan vs kebijaksanaan)


INTERNAL EKONOMI REVIEW-1
“Semakin tinggi pemberlakuan harga jual pada suatu produksi sebenarnya bukan menguntungkan produsen, akan tetapi justru mendongkrak percepatan bangkrutnya laju produksi tersebut” (untung sesaat untuk selanjutnya dipertanyakan lakunya karena harganya irasional), terkecuali kebijakan harga pada produk-produk hasil penemuan terbaru yang notabene masih dianggap aneh, terutama pada bidang-bidang Teknology.


Pada lingkup perekonomian internal, pemicu terjadinya inflasi lebih cenderung disebabkan oleh kemandekan sirkulasi peredaran mata uang (area merah dalam gambar hierarki) pada suatu negara, sehingga mengakibatkan terjadinya

1. Kelangkaan barang-barang yang disebabkan tidak tercukupinya kebutuhan Rasio Modal, efek dari mahalnya biaya transportasi akibat dari ketidak stabilan harga BBM

2. Memicu naiknya harga-harga yang mengakibatkan tidak relevannya pertukaran nilai mata uang terhadap suatu barang (wandi, oktober 2005 dalam Inflasi Lost Point')

3. Semakin sedikitnya mata uang yang beredar ditengah-tengah masyarakat sehingga dalam melakukan usaha/jasa sulit untuk mendapatkan uang, karena porsi peredarannya teramat minim dan selintas yaitu hanya sebatas kisaran perekonomian kegiatan pasar dan pendapatan masyarakat (perputaran pendek rutinitas bolak-balik pada area biru peredaran mata uang),

4. Motive pertransaksian (jual/beli) internal penggunaan kartu dibawah nilai jangkau (nilai limit penggunaan kartu untuk pertransaksian internal, seyogyanya diatas beban tak dimungkinkan bawa (cash), sehingga mata uang (pecahan) masih memiliki kesempatan untuk bersirkulasi ditengah-tengah masyarakat .

5. Rekayasa politisasi pada ruang lingkup BURSA(sentimen negatif pada pasar uang) akibat tidak realistisnya situasi dan kondisi suatu negara (biasanya bersangkutan dengan keamanan, kebijakan eksternal ataupun internal, saham dan investasi). (wandi Sept2005, dalam Transaksi).

6.Broker Perbankan yang meraup seluruh segi pertransaksian.
Namun demikian, dari sekian prediksi-prediksi yang tertera diatas. 

Faktor internal kesejahteraan masyakatlah yang dipandang cukup dominan serta mampu untuk menggoyahkan perekonomian negara (ekonomi masyarakat), karena

"sebagaimanapun kuatnya keinginan (animo) masyarakat untuk melakukan usaha/ jasa, jika prasarana (uang) untuk melakukan pertransaksian tidak ada ataupun sulit didapat maka dengan secara dominan pula negara tersebut telah pailit karena rata-rata masyarakatnya telah miskin total” .

Akibatnya terjadi gejolak berbagai segi faktor ketidak nyamanan dalam lingkup hidup bermasyarakat, meskipun kuat dan bersihnya penegakan hukum .

Relativitas berkesinambungannya sirkulasi mata uang ditengah-tengah masyarakat seyogyanya terletak pada peranan seluruh bank-bank yang ada, bukan hanya oleh salah satu suku bangsa, ataupun induk bank pada suatu negara.

Akan tetapi pada saat kini justru dengan secara kasat mata terdapat kecondongan MARXISME (broker uang) tengah bermain-main dan mempermainkan serta mendominasi peredarannya secara sepihak.

Akibatnya sirkulasi perekonomian di akumulasi dan dimiliki secara CUP oleh MUARA baru yang tidak realistis sesuai dengan kesepakatan segi PERBANKAN, sehingga menutup semua toleransi untuk memasyarakatkan kembali alat jual beli tersebut (alat pertransaksian) yang mengakibatkan tidak terdapat feedback positive pada seluruh PERBANKAN, Perusahaan-perusahaan ataupun  pada masyarakat secara umum.

Dengan demikian, jika uang tidak beredar ataupun terlalu lama tidak memasyarakat (melakukan spekulasi ditengah-tengah masyarakat), maka dengan secara refleks pula seluruh perbankan, Perusahaan-perusahaan ataupun masyarakat mengalami kebangkrutan/kemiskinan.

Adapun terjadinya hal tersebut, mutlak karena diakibatkan oleh disumbatnya seluruh lingkup usaha yang dilakukan oleh PERBANKAN, PERUSAHAAN-PERUSAHAAN ataupun aktivitas (ikhtiar dan usaha) masyarakat sehingga luput ketidak adaannya “income” bagi seluruh bank-bank, perusahaan-perusahaan ataupun ikhtiar dan usaha masyarakat.
Baca Kembali Manajemen Politik Ekonomi

Terkecuali Bank-bank dan Perusahaan-perusahaan yang dipilih dan ditunjuk oleh Broker tersebut sehingga menutup segala kemungkinanan terjadinya penormalisasian EKONOMI & PEREKONIOMIAN yang mengakibatkan KETERPURUKAN DISEMUA LINI.

Itupula sebabnya MARXISME dilarang di Indonesia, karena pada Efeksitasnya memicu perpecah belahan dari sisi dominasi ekonomi dan perekonomian, sehingga mengganggu kesejahteraan daya beli masyarakat (Rakyat) terutama jika  Pemerintah menjadi bagian dari MARXIS. (Feb -2009 /update2021)❤

 
PELAJARAN PATERN RIGHT KELUARGA SUNDA AGREGAT BOGOR INDONESIA
INDUSTRI KREASI & INSPIRASI






CARA MUDAH & PRAKTIS BUAT DAFTAR SEWA AUTOMATIS


CARA MUDAH BUAT KORELASI & INPUT DATA

CARA MUDAH BUAT EXPIRE AUTOMATIS


CARA MUDAH BUAT ANIMASI
ALASAN SAYA SELURUH BENTUK PLANIT BULAT
Seluruh Planit Berasal Dari Hal Yang Sama, dan Berakhir Ditempat Yang Sama
Ruang lingkup Hampa Udara pada Antariksa mengakibatkan bentuk dari seluruh planit-planit bulat.
Adapun terjadinya hal tersebut akibat dari keseimbangan tekanan udara hampa; sama halnya dengan keseimbangan tekanan air yang membentuk efeksitas gelembung- gelembung, terkecuali sampah galactica ataupun droid yang gagal menjadi planit.
SUDUT PANDANG AQLI

Maka jika mencari Ujung Dunia, jangan jauh-jauh bepergian, karena Ujung Dunia berada dibelakang kita letaknya
KUTUB PLANIT

ITUPULA SEBABNYA MENGAPA HANYA DIPLANIT BUMI TERJADINYA PETIR & GLEDEK?
BACA PENJELASAN PADA MANAJEMEN FUNGSI KEHIDUPAN

Serta Adanya Analisa GRAVITASI VS HUKUM GRAVITASI


Adapun Salah Satu Pemicu SUBRO Hingga QUBRO adalah CORONA



Manusia Dan Mahluq hidup lainnya bergerak secaraROBOTIK BERDASKAN  MAGNET LISTRIK MAHA CANGGIH YANG DICIPTAKAN ALLAH

Serta Berbagai Kontroversi Pembelajaran Yang Harus Diketahui Yang Kesemuanya Bisa Juga Dibaca Disini https://m.kaskus.co.id/@wandi2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDEX

ANIMASI STUDIO BOGOR UNTUK BELAJAR DIALAM NYATA BUKAN BELAJAR DIALAM KHAYAL ISI ARTIKEL DOWNLOAD  AHA MESSENGER GIGABYTE  Video Call & P...